CHAMPIONS IN TIDUNG ISLAND

berawal dari pemikiran yg spontan, berubah menjadi perjalanan nekad dan tanpa rencana, demi champions di pulau tidung

DOESN'T REALLY MATTER WHAT THE EYES IS SEEING

Hai Di, udah lama vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang vella mau ceritain ke kamu Di

SUKA DUKA MAHASISWA TEKNIK SIPIL

mahasiswa teknik sipil, silahkan masuk, kita renungan sejenak, hehehe

TUGAS APLIKOM RABU - UNIVERSITAS MERCU BUANA

Tugas Mata Kuliah Aplikasi Komputer, Dosen: Desi Ramayanti S.Kom., MT

WAKTUNYA KEMBALI SEMANGAT

Ada saat-saat tertentu dimana kita sedang malas-malasnya belajar. Buku yang biasanya habis dibaca hanya dalam satu minggu

Rabu, 25 Juni 2014

WAKTUNYA KEMBALI SEMANGAT

Ada saat-saat tertentu dimana kita sedang malas-malasnya belajar. Buku yang biasanya habis dibaca hanya dalam satu minggu justru molor sampai satu bulan atau bahkan satu tahun. Blog pribadi yang umumnya terisi setiap seminggu sekali, jadi tidak terisi sampai berminggu-minggu. Kebiasaan menghadiri ruang-ruang diskusi perlahan termakan kemalasan. Untuk membangun kembali semangat belajar yang sedia kala terkadang teramat menyulitkan. Kembali memulai langkah awal setelah lama beristirahat memang diperlukan letupan semangat yang lebih. Berikut beberapa cara untuk membangun kembali semangat belajar yang mulai meredup.

1. Mengunjungi Toko Buku
Mungkin Anda merasa cangkir pengetahuan di kepala Anda sudha terisi penuh. Itulah mengapa secara tidak sadar Anda enggan lagi berburu pengetahuan. Janganlah merasa pintar. Lebih baik pintar merasa. Merasa belum tahu sepenuhnya. Seperti kata Socrates; “ orang yang paling bijaksana adalah ia yang merasa dirinya belum tahu. “ Dengan mengunjungi toko buku Anda akan sadar bahwa ternyata masih banyak buku yang belum Anda baca. Ternyata cangkir Anda masih sangat sedikit dibanding dengan samudera pengetahuan yang luas itu. Setidaknya, melihat-lihat koleksi buku kalau memang Anda belum cukup punya uang untuk membelinya.

2. Berdiskusi dengan Orang-orang Cerdas
Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk membangun kembali semangat belajar Anda adalah berdiskusi dengan orang-orang cerdas. Jika Anda mengalami kejenuhan dalam membaca buku. Tutup buku Anda dan diskusikanlah. Lebih bermanfaat lagi jika Anda berdiskusi denga orang-orang cerdas. Maka kejenuhan Anda akan segera terusir dan berganti dengan semangat kembali membaca buku tersebut.

3. Menulis Karya Ilmiah
Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun karya ilmiah semisal skripsi akan lebih sering berkunjung ke perpustakaan kampus. Mereka tetiba melek pengetahuan. Mereka mendadak bergaul dengan orang-orang cerdas. Hal itu dikarenakan kesadaran mereka bahwa sekarang waktunya untuk benar-benar belajar. Belajar menulis karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tidak ada lagi salin-menyalin tugas kawan, karena pemeriksaan karya ilmiah begitu teliti dan diuji oleh penguji seperti dosen. Semakin Anda menuliskan karya ilmiah, semakin Anda sadar bahwa Anda harus lebih banyak belajar. Apa yang hendak Anda tulis kalau Anda jarang membaca ?

4. Menjawab Pertanyaan
Entah itu menjawab pertanyaan ujian lisan atau tulisan yang diberikan oleh pengawas ujian atau pertanyaan sederhana seorang junior kepada seniornya. Hal itu juga berlaku pada pertanyaan polos seorang anak kepada ayahnya. Ketidakmampuan Anda menjawab atau ketidakjelasan jawaban Anda akan membuat Anda minimal sadar sendiri bahwa banyak hal yang belum Anda ketahui. Dan Anda harus lebih semangat belajar. Setidaknya, Anda sadar bahwa Anda sedang tidak tahu. Maka kembalilah belajar. Jangan sampai Anda tidak sadar bahwa Anda sedang tidak tahu.

semoga bermanfaat, dan tetap semangat demi masa depan yang lebih baik ;)

(dari berbagai sumber)

TUGAS APLIKOM RABU - UNIVERSITAS MERCU BUANA

Sedikit informasi, sekarang saya kuliah di Universitas Mercu Buana, bagi yang ingin tau lebih banyak soal Universitas Mercu Buana, Silahkan kunjungi websitenya disini , ada banyak informasi yang bermanfaat buat teman-teman.
 Ngomong-ngomong soal kuliah, pasti ngga jauh - jauh dari yang namanya tugas, dan di Postingan kali ini, saya akan berbagi tugas perkuliahan aplikom rabu smester I, Dosen Ibu Desi Ramayanti, bagi teman-teman yang sedang kebingungan mencari reverensi dari tugas yang sama, silahkan di unduh untuk di jadikan reverensi, ingat, hanya untuk reverensi aja, oke,
jangan di samain. soalnya percuma, kalian ngga bakal dapet nilai kalau ada tugas yang sama, itu peraturanya :D, oke langsung aja, silahkan di download teman - teman.
~ Kuis Aplikom 4 Downloadnya di sini : Kuis Aplikom - 4

~ Kuis Aplikom 5 Downloadnya di sini : Kuis Aplikom - 5

~ Kuis Aplikom 6 Downloadnya di sini : Kuis Aplikom - 6

~ Edisi Spesial nih, Contoh UTS Online Aplikom, Silahkan di Download : UTS Aplikom

~ Kuis Aplikom 8 Downloadnya di sini : Kuis Aplikom - 8

~ Kuis Aplikom 9 Downloadnya di sini : Kuis Aplikom - 9

~ Kuis Aplikom 10 Downloadnya di sini : Kuis Aplikom - 10

~ Kuis Aplikom 11 Downloadnya di sini : Kuis Aplikom - 11

~ Kuis Aplikom 12 Downloadnya di sini : Kuis Aplikom - 12

 Silahkan di download untuk di jadikan reverensi teman-teman.
Oke, Sekian dulu dari saya, Semoga Bermanfaat & don't forget, visit www.mercubuana.ac.id 





SUKA DUKA MAHASISWA TEKNIK SIPIL

Wah udah lama gak buat thread, ini dia tulisan gila ane, bagi yang nanggapin ini seriusan anda salah. Oke langsung saja.

Sebagai mahasiswa teknik sipil banyak suka-duka yang dialami, atau lebih tepatnya duka-duka mahasiswa teknik sipil. Ini ditulis dari sudut pandang ane sebagai seorang mahasiswa teknik sipil, jadi kalo jurusan lain, ane gak ngerti bagaimana nasibnya, tulisan ini bukan untuk pamer penderitaan. (Namanya juga Indonesia, penderitaan pun dipamerin)
Teknik Sipil, apa itu? Apakah ilmu yang membuat orang menjadi PNS? Tidak, sama sekali gak ada urusan dengan Pegawe Negeri Sipil, kalo mau jadi PNS masuklah ke IPDN, Akademi yang ngalah-ngalahin Akmil dan Akpol, tapi ujung-ujungnya jadi Camat, emang ntar kalo jadi Camat pake acara guling-guling, push-up, tendang-tendang orang? Kagak ada! (Kenapa jadi ngurusin IPDN, fokus, fokus).
Teknik Sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, mambangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. (Keren gak seh teknik sipil itu)
Ngerti? Gak! Simpelnya ntar jadi kuli!!
Jadi kalo ada yang mau kuliah ngambil jurusan teknik sipil, baca dulu tulisan ini, mudah-mudahan gak jadi masuk. (biar persaingan di dunia kerja aman, huehehe....)
Oke, jadi apa yang menyebabkan mahasiswa teknik sipil menderita? Ini dia:


1. Minim Cewek
Dasar cowok, mikirnya selalu cewek. Gak munafik seh, salah satu penyemangat untuk kuliah itu adalah adanya cewek-cewek yang sedap dipandang mata. Di Teknik Sipil bukannya gak ada cewek, tapi rata-rata ceweknya itu bertato (gambar denah rumah dan karung semen), jalan tegak ngangkang, dan kumisan (gak deh, becanda) Sebagian besar ceweknya tomboy, lebih macho dari cowok-cowoknya, ngangkat 1 zak semen cuma satu tangan. Hati cowok mana yang tidak pilu melihat pemandangan itu?? (Ini lebay).
Kalian tau apa cita-cita terpendam mahasiswa teknik sipil? Kuliah dijurusan Ekonomi, iya cita-cita kami sangat cetek!
Jadi kalo kalian melihat cowok jalan berpegangan tangan, itu belum tentu homo, jangan-jangan mereka mahasiswa teknik sipil, maklumilah mereka.
Intinya, cewek di jurusan Sipil itu lebih perkasa dari cowok, dan gak semua, ada juga yang anggun, cantik, pake rok, tapi dadanya berbulu.

2. Tugas
Sumpah, teknik sipil itu kayaknya kuliahnya 24 jam, 6 jam di kampus, 20 jam dirumah (kalkulator lagi rusak). Tiap dosen yang masuk bakal ngasih soal yang hanya tiga baris, dan jawabannya bisa setebal novel Ayat-ayat Cinta. (iya, iya lebay).
Dan akibat sistem belajar yang menggila itu, sebagian mahasiswa teknik sipil gak tau apa itu ‘weekend’ otak mereka telah dicuci untuk hanya mengingat tugas. Jadi, ketika ada teman dari jurusan lain ngajakin ‘weekend-an’ mereka akan berteriak “WEEKEND? APA ITU? ITU HANYA ILUSI, DONGENG, WEEKEND ITU TIDAK NYATA!!!”

3. Dekil
Tangan keriput, urat-urat kepala menonjol, berkeringat, bau, kepala pitak, baju compang-camping. Bukan, itu bukan gelandangan, itu adalah gambaran mahasiswa teknik sipil, setelah menjalankan rutinitas ‘workshop’. Jadi mahasiswa teknik sipil itu diwajibkan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan para pekerja bangunan, sehingga mereka bisa tau bagaimana rasanya jadi pekerja tersebut dan dengan begitu mereka tidak semena-mena memerintah ketika menjadi bos nantinya (sipil itu keren, tapi dekil, bau, kepala pitak).
Dan gak jarang setelah selesai ‘workshop’ para mahasiswa turun kelampu merah terdekat untuk menjalankan profesi sampingan.

4. Muka Tua
Jika kalian masuk gedung jurusan Teknik Sipil, jangan terkejut ketika menemui pria paruh baya, memakai baju kaos warna merah ukuran S, celana skinny jeans, sepatu skate, rambut Andika kangen band. Itu bukan dosen gaul, itu mungkin mahasiswa Teknik Sipil semester 4, yang mengalami kekerasan pada otak dan berakibat wajah mendahului usia. Dan hikmahnya adalah ketika dikantin umum, akan dipersilahkan duduk oleh mahasiswa dari jurusan lain karena mikir dosen yang datang. (Ini juga lebay).
Gak heran, setelah wisuda, pulang ke kampung halaman, orang tuamu akan berkata “Bapak siapa ya?”

5. Perih
 Bagaimana perasaan kalian, ketika main basket atau futsal yang memberi semangat dipinggir lapangan adalah sekumpulan pria paruh baya, brewokkan, lompat-lompat gak jelas sambil megang ‘cheerleader pom poms’?? Perih, perih dan perih. Mereka udah kayak om-om kekurangan kasih sayang.
Dan hikmahnya adalah ketika tim lawan membuat point, para “cheerleader” akan mengeluarkan kumisnya.

6. Gak Oke.
 Jaman sekarang hampir semua anak muda punya facebook, dan kalian tau apa yang dipamerkan di facebook? Yup, profile picture, setiap 2 detik para ababil akan upload poto mereka. Kalo dari jurusan Dokter Gigi, necis, pake seragam putih, pake penutup hidup (gak tau ane namanya), poto dengan pasien, keren. Kalo jurusan Ekonomi, pake kemeja lengan panjang licin, sepatu hitam mengkilap, rambut belah samping berminyak, keren. Lah, kalo jurusan Teknik Sipil, paling banter pake sepatu bot, poto didepan karung semen, atau sama kuli bangunan, atau didepan alat berat, itu udah paling maksimal, dan hasil poto kelihatan seperti satpam gudang.

7. Susah Nyari Pacar
Yup, ini dia penderitaan diatas penderitaan, udah populasi cewek di kampus sipil minim, diluar jurusan yang lain juga susah, kenapa bisa? Karena rata-rata cowok Sipil itu gak romantis (ntar PDKT ngasih sendok semen), kurang rasa humor (kecuali ane tentunya), kaku kayak beton, dan dekil, dan muka tua, dan bau, dan pala pitak. Tragis memang! Ini kalo cowok, nah kalo cewek kebalikannya, romantis banget, ntar PDKT dia yang gendong-gendong cowoknya, dia yang boncengin cowoknya, dia yang belai-belai rambut cowoknya, serem! Dan biasanya mahasiswi teknik sipil itu jadian dengan yang satu spesies dengan mereka (bukan lesbiola lho!), misalnya dengan jurusan teknik mesin, yang bisa mengerti dan memahami mereka, yang cowoknya jelas lebih macho, dengan tumpahan oli disekitar wajah. (mulai lagi lebaynya).
So, bagaimana dengan cowok? Jomblo sampai wisuda!! Kecuali yang gantengnya udah diatas rata-rata, dan dapet cewek dibawah rata-rata. Nasib!

Itu sebagian penderitaan-penderitaan sebagai mahasiswa Teknik sipil, gak semua benar seh, tapi jika ada penambahan dari mahasiswa teknik sipil atau jurusan yang lain bisa dishare, yang nanti bisa kita tertawakan bersama.
Walaupun banyak penderitaan, tetapi didalamnya, mahasiswa teknilk sipil itu kompak, lembut hati (nonton drama korea aja nangis), ganteng, keren, berjiwa pemimpin, kuat dan tahan lama (ini apaan seh?) beruntunglah yang mempunyai pacar anak teknik sipil. (Harus promosi dong)
Cuma ngingetin, kalo Presiden Indonesia pertama yaitu Bapak Ir. Soekarno adalah lulusan Teknik Sipil. Yeaaaahh....
Mohon komeng dan masukkannya gan, soalnya ane masih belajar.

Nb: Sipilis juga gak ada hubungannya dengan teknik sipil!!





sumber : www.kaskus.co.id