Ada saat-saat tertentu dimana kita
sedang malas-malasnya belajar. Buku yang biasanya habis dibaca hanya dalam satu
minggu justru molor sampai satu bulan atau bahkan satu tahun. Blog pribadi yang
umumnya terisi setiap seminggu sekali, jadi tidak terisi sampai
berminggu-minggu. Kebiasaan menghadiri ruang-ruang diskusi perlahan termakan
kemalasan. Untuk membangun kembali semangat belajar yang sedia kala terkadang
teramat menyulitkan. Kembali memulai langkah awal setelah lama beristirahat
memang diperlukan letupan semangat yang lebih. Berikut beberapa cara untuk
membangun kembali semangat belajar yang mulai meredup.
1. Mengunjungi Toko Buku
Mungkin Anda merasa cangkir pengetahuan di kepala Anda
sudha terisi penuh. Itulah mengapa secara tidak sadar Anda enggan lagi berburu
pengetahuan. Janganlah merasa pintar. Lebih baik pintar merasa. Merasa belum
tahu sepenuhnya. Seperti kata Socrates; “ orang yang paling bijaksana adalah ia
yang merasa dirinya belum tahu. “ Dengan mengunjungi toko buku Anda akan sadar
bahwa ternyata masih banyak buku yang belum Anda baca. Ternyata cangkir Anda
masih sangat sedikit dibanding dengan samudera pengetahuan yang luas itu.
Setidaknya, melihat-lihat koleksi buku kalau memang Anda belum cukup punya uang
untuk membelinya.
2. Berdiskusi dengan Orang-orang Cerdas
Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk membangun
kembali semangat belajar Anda adalah berdiskusi dengan orang-orang cerdas. Jika
Anda mengalami kejenuhan dalam membaca buku. Tutup buku Anda dan diskusikanlah.
Lebih bermanfaat lagi jika Anda berdiskusi denga orang-orang cerdas. Maka
kejenuhan Anda akan segera terusir dan berganti dengan semangat kembali membaca
buku tersebut.
3. Menulis Karya Ilmiah
Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun karya
ilmiah semisal skripsi akan lebih sering berkunjung ke perpustakaan kampus.
Mereka tetiba melek pengetahuan. Mereka mendadak bergaul dengan orang-orang
cerdas. Hal itu dikarenakan kesadaran mereka bahwa sekarang waktunya untuk
benar-benar belajar. Belajar menulis karya ilmiah yang dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tidak ada lagi salin-menyalin tugas kawan,
karena pemeriksaan karya ilmiah begitu teliti dan diuji oleh penguji seperti
dosen. Semakin Anda menuliskan karya ilmiah, semakin Anda sadar bahwa Anda
harus lebih banyak belajar. Apa yang hendak Anda tulis kalau Anda jarang
membaca ?
4. Menjawab Pertanyaan
Entah itu menjawab pertanyaan ujian lisan atau tulisan
yang diberikan oleh pengawas ujian atau pertanyaan sederhana seorang junior
kepada seniornya. Hal itu juga berlaku pada pertanyaan polos seorang anak
kepada ayahnya. Ketidakmampuan Anda menjawab atau ketidakjelasan jawaban Anda
akan membuat Anda minimal sadar sendiri bahwa banyak hal yang belum Anda
ketahui. Dan Anda harus lebih semangat belajar. Setidaknya, Anda sadar bahwa
Anda sedang tidak tahu. Maka kembalilah belajar. Jangan sampai Anda tidak sadar
bahwa Anda sedang tidak tahu.
semoga bermanfaat, dan tetap semangat demi masa depan yang lebih baik ;)
(dari berbagai sumber)







0 komentar:
Posting Komentar