Rabu, 25 Juni 2014

WAKTUNYA KEMBALI SEMANGAT

Ada saat-saat tertentu dimana kita sedang malas-malasnya belajar. Buku yang biasanya habis dibaca hanya dalam satu minggu justru molor sampai satu bulan atau bahkan satu tahun. Blog pribadi yang umumnya terisi setiap seminggu sekali, jadi tidak terisi sampai berminggu-minggu. Kebiasaan menghadiri ruang-ruang diskusi perlahan termakan kemalasan. Untuk membangun kembali semangat belajar yang sedia kala terkadang teramat menyulitkan. Kembali memulai langkah awal setelah lama beristirahat memang diperlukan letupan semangat yang lebih. Berikut beberapa cara untuk membangun kembali semangat belajar yang mulai meredup.

1. Mengunjungi Toko Buku
Mungkin Anda merasa cangkir pengetahuan di kepala Anda sudha terisi penuh. Itulah mengapa secara tidak sadar Anda enggan lagi berburu pengetahuan. Janganlah merasa pintar. Lebih baik pintar merasa. Merasa belum tahu sepenuhnya. Seperti kata Socrates; “ orang yang paling bijaksana adalah ia yang merasa dirinya belum tahu. “ Dengan mengunjungi toko buku Anda akan sadar bahwa ternyata masih banyak buku yang belum Anda baca. Ternyata cangkir Anda masih sangat sedikit dibanding dengan samudera pengetahuan yang luas itu. Setidaknya, melihat-lihat koleksi buku kalau memang Anda belum cukup punya uang untuk membelinya.

2. Berdiskusi dengan Orang-orang Cerdas
Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk membangun kembali semangat belajar Anda adalah berdiskusi dengan orang-orang cerdas. Jika Anda mengalami kejenuhan dalam membaca buku. Tutup buku Anda dan diskusikanlah. Lebih bermanfaat lagi jika Anda berdiskusi denga orang-orang cerdas. Maka kejenuhan Anda akan segera terusir dan berganti dengan semangat kembali membaca buku tersebut.

3. Menulis Karya Ilmiah
Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun karya ilmiah semisal skripsi akan lebih sering berkunjung ke perpustakaan kampus. Mereka tetiba melek pengetahuan. Mereka mendadak bergaul dengan orang-orang cerdas. Hal itu dikarenakan kesadaran mereka bahwa sekarang waktunya untuk benar-benar belajar. Belajar menulis karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tidak ada lagi salin-menyalin tugas kawan, karena pemeriksaan karya ilmiah begitu teliti dan diuji oleh penguji seperti dosen. Semakin Anda menuliskan karya ilmiah, semakin Anda sadar bahwa Anda harus lebih banyak belajar. Apa yang hendak Anda tulis kalau Anda jarang membaca ?

4. Menjawab Pertanyaan
Entah itu menjawab pertanyaan ujian lisan atau tulisan yang diberikan oleh pengawas ujian atau pertanyaan sederhana seorang junior kepada seniornya. Hal itu juga berlaku pada pertanyaan polos seorang anak kepada ayahnya. Ketidakmampuan Anda menjawab atau ketidakjelasan jawaban Anda akan membuat Anda minimal sadar sendiri bahwa banyak hal yang belum Anda ketahui. Dan Anda harus lebih semangat belajar. Setidaknya, Anda sadar bahwa Anda sedang tidak tahu. Maka kembalilah belajar. Jangan sampai Anda tidak sadar bahwa Anda sedang tidak tahu.

semoga bermanfaat, dan tetap semangat demi masa depan yang lebih baik ;)

(dari berbagai sumber)

0 komentar:

Posting Komentar